Anak KPM PKH mendapat Beasiswa di STIKES Kusuma Bangsa

Anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lombok Barat mendapat kesempatan untuk melanjutkan Pendidikan di STIKES Kusuma Bangsa secara gratis dengan program beasiswa yayasan “Madani Scholarship”. Sebanyak 29 anak KPM berprestasi mengikuti serangkaian kegiatan Pra Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) di Kampus Stikes Kusuma Bangsa jalan Pariwisata nomor 24/26 Mataram, Senin (31/8). Anak KPM istimewa dengan kehidupannya yang tidak mudah dan berbagai prestasi di antaranya Tahfidz Quran serta dalam bidang akademik tersebut disambut dengan baik oleh panitia PKKMB STIKES Kusuma Bangsa.
Ketua STIKES Kusuma Bangsa, Ns. H. Lalu Putrama Doni, MM membuka kegiatan Pra PKKMB dan menerima secara langsung anak KPM PKH Kabupaten Lombok Barat dengan haru dan bahagia. “Yakinlah pertemuan ini sudah Allah atur, maka saya sangat berbahagia,” ucapnya. H. Lalu Putrama Doni menyampaikan bahwa STIKES Kusuma Bangsa didirikan bukan untuk kepentingan bisnis semata, melainkan lebih sebagai ladang amal sekaligus solusi bagi masyarakat. Sehingga, diharapkan perkuliahan serta program Sekolah Relawan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat dapat diikuti dengan baik oleh anak-anak KPM PKH.
Ketua STIKES Kusuma Bangsa juga mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar PPKH Kabupaten Lombok Barat yang telah mempertemukan dengan anak-anak KPM yang luar biasa tersebut. “Suatu sistem tidak bisa dibangun dari satu sisi, harus kerja sama, bergerak bersama, berjalan bersama dan sama-sama memiliki komitmen yang kuat.” Ucap Ns. H. Lalu Putrama Doni, MM yang ingin silaturahmi dan kerja sama dijalin tidak hanya sampai anak KPM lulus kelak. Namun, bersama mendorong anak KPM mau melanjutkan pendidikan lebih tinggi dengan beasiswa bahkan sampai ke Luar Negeri dan lebih bermanfaat bagi masyarakat nantinya.

PKKBM motivasi menguatkan asa
Mengusung tema “Transforming learning into service, Preparing our Future Sustainable Leaders” STIKES Kusuma Bangsa melaksanakan PKKMB dirangkaikan dengan peluncuran program Sekolah Relawan. Menurut Romi Hidayat, MPH Direktur Sekolah Relawan sekaligus Dosen di STIKES Kusuma Bangsa supaya selain memiliki kemampuan ademik yang baik, diharapkan mahasiswa juga memiliki bekal kepekaan sosial dan lingkungan serta dasar pemahaman dan paradigma tentang tujuan pembangunan jangka panjang (Long Term Sustainable Development Goals). Sehingga, pada akhirnya mereka menjadi pribadi yang merdeka dan mandiri untuk berkontribusi demi sebesar-besarnya kemanfaatan di tengah masyarakat. Selain itu, membuka wawasan mahasiswa baru dan menjadi sumber inspirasi, serta sebagai sarana untuk mahasiswa berkreasi.
Komitmen STIKES Kusuma Bangsa dalam penyelenggaraan PKKMB dan peluncuran program Sekolah Relawan ini diwujudkan dengan konten materi yang disampaikan pada mahasiswa baru sangat kaya dan kontekstual. Mahasiawa menerima materi yang disampaikan pemateri baik dari dalam maupun Luar Negeri selama 1 – 5 September 2020, di antaranya: 1) Elvie R Shauki, PhD (UniSA Business, University of South Australia) “Building Resiliensce Community In a Time of Crisi Related to Global Pandemics-The Role of Sustainable Leaders”; 2) Eni Mosel (Indopeduli, Adelaide South Australia) “Building Social Sensitivity”; 3) Omar Saadi (GTKF, New South Wales, Australia) “The Importance of Your Health”; 4) Ahmad Junaidi, M.Edu. (PHd Candidat Monash University, Australia) “Kurikulum Kerelawanan Kampus”; 5) Aisya Odist (Lombok Eco-International Connection) “Sustainable Environment”; 6) Soni Ariawan, M.Edu. (Straya Language Institute) “Keliling Dunia dengan Beasiswa”; 7) Team HIPGABI NTB “Basic Life Support, an Awarness Raising of Everyone Can Save a Life”; ) Romy Hidayat, MPH, Baiq Desy Ratnasari, M.Si, dan Diah Miftahul Aini, M.Si (STIKES Kusuma Bangsa) “Student-led Project”; 9)Khairul Fahmi R, MSi, dan Ahmad Akbar, MARS (STIKES Kusuma Bangsa) “Introductory Academic Purpose”; 10) Ahmad Munjizun (North Carolina State University) “Inpiring Talk #1: Young, Success and be Leader for Tomorrow”; 11) Theresia M Wonga (The University of Adelaide Alumni) “Inpiring Talk #2: Why you should study overseas?”.

PPKMB dan peluncuran Sekolah Relawan yang mengesankan
Muhammad Sukimin (20) salah satu anak KPM penerima beasiswa di STIKES Kusuma Bangsa. Sukimin merupakan anak dari Sucilah Peserta PKH Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Awalnya Sukimin ingin ke Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur untuk belajar Bahasa Inggris setelah tamat Madrasah Aliyah (MA) pada tahun 2017. Akan tetapi, berbagai kendala akhirnya melanjutkan mengabdi di pondok pesantren tempatnya sekolah. Berkat prestasi dan pengabdiannya, Sukimin dikirim ke Jakarta untuk melanjutkan program Tahfidz dan kitab selama dua tahun. Sukimin merasa mendapat kesempatan lebih besar bermanfaat kelak bisa diterima sebagai mahasiswa Administrasi Rumah Sakit. “Saya mendapat kesempatan besar untuk mengabdi bagi masyarakat. Insyaa Allah saya juga akan berusaha meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang artinya akan meningkatkan kualitas kehidupan mereka” ungkapnya pada Ayu Maulida Pendamping PKH Kecamatan Lembar setelah mengikuti PKKBM di STIKES Kusuma Bangsa.
Baiq Dian Fazira (19) teman satu jurusan Sukimin juga menuturkan hal yang sama kepada Hilwa Hidayana Pendamping PKH Kecamatan Gerung. Dian senang dapat diterima menjadi mahasiswa di STIKES Kusuma Bangsa. Anak kedua dari Baiq Maknah Peserta PKH Dusun Taman, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat ini sebelumnya mendaftar bidikmisi di salah satu Perguruan Tinggi namun gagal. Dian masih tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa secara penuh dari kampus kesehatan yang umumnya tidak sedikit biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Sejak Ayahnya meninggal pada tahun 2016, Ibunya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan ikan keliling. Sehingga, Dian merasa sangat bersyukur dan tenang telah diterima sebagai mahasiswa STIKES Kusuma Bangsa.
Sukimin dan Dian berserta anak KPM lainnya juga SDM PKH Kabupaten Lombok Barat yang membersamai, bersyukur STIKES Kusuma Bangsa menerima dengan sangat baik anak KPM yang notabene kesulitan ekonomi namun memiliki semangat tinggi dalam meraih cita-cita. Selain pengalaman mendapatkan motivasi dari pemateri dalam dan luar negeri, praktik langsung membuat handsanitizer adalah salah satu yang berkesan dalam PKKMB bagi mereka. Koordinator SDM PKH Kabupaten Lombok Barat, Baiq Wida Widaswara juga merasa lega anak-anak KPM PKH banyak yang dapat melanjutkan kuliah di STIKES Kusuma Bangsa. “Alhamdulillah semangat anak-anak ini membuat kita semakin optimis mereka kelak akan menjadi orang-orang sukses semua. Kita semua hanya perantara, kalau kita tidak bisa membantu mereka dengan materi mungkin ini adalah salah satu jalan untuk membantu mereka semua” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *