Bantuan Logistik Rp 1,2 Miliar Disalurkan untuk Korban Banjir Bima

BIMA – Bantuan logistik darurat senilai Rp 1,2 milair disalurkan bagi korban banjir di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan tersebut berasal dari Kementerin Sosial RI dan Dinas Sosial NTB.

Bantuan berupa makanan, seperti makanan siap saji dan makanan anak.  

Perlengkapan keluarga berupa kids ware, food ware, dan peralatan dapur keluarga.

Kemudian peralatan evakuasi, seperti matras merah, tenda gulung, dan kasur.

Peralatan sandang berupa selimut Juga bantuan berupa cadangan beras pemerintah. Ada juga bantuan berupa peralatan evakuasi.

Penyaluran bantuan logistik ini dilakukan dalam tiga tahap. Baik pengiriman dari gudang Provinsi NTB maupun pusat.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khalik menjelaskan, bantuan-bantuan terus disalurkan kepada warga

Dengan bantuan logistik dari dinas dan kementerian sosial, Khalik merasa pemenuhan kebutuhan korban sudah cukup.

“Tinggal pembersihan rumah sudah mulai, sama isi-isi rumah yang basah dijemur,” katanya.

Bantuan yang diperlukan saat ini berupa penyemprotan agar jentik-jentik nyamuk tidak berkembang dan menyebabkan penyakit.

Meski banjir menerjang 8 kecamatan dan 48 desa di Kabupaten Bima, namun Khalik memastikan tidak ada warga mengungsi di lokasi khusus.

”Warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang rumahnya aman,” katanya.

Kini sebagian sudah banyak yang balik ke rumah. Namun beberapa orang masih mengungsi ke rumah keluarga.

Rumah dan Fasilitas Umum Rusak  

Data BPBD Provinsi NTB menunjukkan, banjir di Kabupaten Bima, Jumat (2/4/2021), menyebabkan dua orang meninggal dunia atas nama Abdul Hamid (67), petani asal Desa Sie, Kecamatan Monta, RT 14. Kemudian Abakar (50), petani asal Desa Leu Kecamatan Bolo.

Selain itu, 28.208 jiwa terdampak banjir setelah wilayah Bima dilanda hujan lebat.

Banjir juga merusak 5.355 rumah warga. Terdiri dari rumah rusak berat 383 unit, rusak sedang 2.199 unit, dan rusak ringan 2.773 unit.  

Serta merusak 49 fasilitas pendidikan, 29 fasilitas kesehatan, 25 fasilitas peribadatan, dan 4 jembatan terputus.

Di samping itu banjir juga merusak 29 bangunan kantor dan 46 unit irigasi.

Jaringan air bersih untuk 9.563 KK juga rusak akibat bajir tersebut.

Lahan pertanian dan perikanan tidak luput dari terjangan banjir.

Total 441,5 hektare sawah terdampak, 1.112,5 hektare laha perikanan, dan 8.240 ekor ternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *