Butuh Penanganan Simultan untuk Daerah Kering

Mataram–Membantu masyarakat di wilayah selatan Lombok dari kekeringan air butuh kajian mendalam. Dinas Sosial dalam masalah kekeringan hanya memiliki kewenangan distribusi air bersih maupun antisipasi konflik sosial. Termasuk mendorong usaha ekonomi produktif di pesisir. Dinas Sosial Provinsi NTB memiliki enam mobil tangki, kendaraan tersebut yang akan dimaksimalkan.
“Ya, penanganan ini tentu lintas sektor. Kalau dari Dinas Sosial Provinsi tidak bisa sampai menyeluruh,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H Ahsanul Khalik.
Khalik mengurai, beberapa waktu lalu ia langsung turun ke lokasi melihat penyaluran air bersih. Diakuinya, masyarakat di wilayah selatan memang membutuhkan solusi air bersih segera. Semua kebutuhan masyarakat tidak bisa berjalan tanpa air. Bila mengandalkan dengan membeli air tidak semua warga memiliki uang.
“Kasihan memang melihat kondisi masyarakat yang kekurangan air. Menjadi pelajaran bagi kita yang tinggal di daerah melimpah air supaya menghargai dan tidak membuang air sembarangan,” sambungnya.
Dinas Sosial, sambung Khalik, akan membantu masyarakat yang kekeringan dengan komunikasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi untuk menangani kekeringan. Seperti komunikasi dengan Dinas Pertambangan bisa mengupayakan untuk penggalian atau membuat sumur bor.
“Termasuk pengolahan air laut menjadi air tawar. Tentu kita akan bantu komunikasi dengan semua pihak, termasuk swasta,” lanjutnya.
Kepala Desa Seriwe Abdul Hamid mengungkapkan, betapa bahagia warganya mendapat dukungan air bersih. Apalagi air itu adalah air PDAM. Di wilayahnya, susah mendapat air. Pengeboran hingga ratusan meter, belum tentu mendapat air. Kalaupun mendapat air, rasanya payau.
“Saya sebagai kepala desa sangat bersyukur bisa dibantu,” katanya.
Di Desa Seriwe total ada 178 kepala keluarga (KK), semuanya mendapatkan air bersih dengan beli. Bila ada tangki air bantuan pemerintah, warga sangat antusias. Artinya pengeluaran untuk kebutuhan air bisa dialihkan ke kebutuhan lainnya.
“Mengandalkan hujan, tapi sampai sekarang belum pernah hujan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *