Diatensi Gubernur NTB, Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak Di Tente Diberikan Bantuan Stimulan

Bima, NTB
Annisa (9) bocah pengidap sindrom selaput otak, anak dari pasangan suami-istri (pasutri) Andriawan- Nita Irfani asal Dusun Bante Desa Tente Kecamatan Woha mendapatkan perhatian serius dari Gubernur NTB ,Dr. Zulkiflimansyah. Pasalnya setelah mendapatkan informasi dari media sosial, bocah tersebut menjadi atensi khusus, bantuan stimulan-pun diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTB.

Gubernur NTB Melalui Dinas Sosial Provinsi mengintruksikan Pekerja Sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima langsung melakukan assesmen pada keluarga Annisa. Al-hasil bantuan stimulan langsung dikirim melalui rekening keluarganya. Bantuan tersebut untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

” Menindakalnjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim pekerja Sosial PKH untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik S.Sos MH, Senin (5/10) pagi.

Aka sapaan akrab mantan Penjabat Bupati Lombok Timur ini, menyebutkan uang yang dikirim dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa. Berikut akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Dikatakannya, berdasarkan assemen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah , bahwa bocah malang tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012. Oleh orang tuanya pernah melakukan pemeriksaan kesehatan pada usua umur bulan. Kondisi bocah berdasarkan pengakuan keluarga, kesehatannya mendapatkan diagnosa mengidap sindrum selaput otak. Namun, terkendala biaya pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” Kutipnya dari laporan tim assemen SDM PKH dan pendamping Disabilitas Kabupaten Bima.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat, sebagai bagian tercatat dalam warga miskin di desa setempat. Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementar waktu,” harapnya.

Keluarga Annisa, yang diwakili Pendamping Sosial PKH, Sri Mulyati menyampaikan terimakasih kepada Gunernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi yang telah begitu cepat merespon keadaan keluarga Annisa. Bantuan ini sangat membantu bocah malang ini untuk kebutuhan nutrisi dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Semoga bocah ini dapat ditangani secara cepat juga oleh Dinas/SKPD lain yang berhubungan langsung dengan kesehatan anak perempuan cantik ini,” Harapnya didamoingi rekan kerja PKH, Hadijah

“Terimakasih Pak Gunernur NTB, terimakasih juga kepada Kepala Dinsos Provinsi yang telah menghubungi kami untuk assesmen keluarga Annisa,” Ucapnya bersama Pendamping Disabilitas Kabupaten Bima,Nurlaili Putti dan Usman serta tim Gizi Puskesmas Woha

Nita Ifani, Orang tua Annisa, pernah mengeksposes status anaknya di media sosial Facrbooke, kemudian mendapat respon dari netizen dengan beragam komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *