Dinsos NTB Salurkan 5.000 Nasi Bungkus Untuk Warga Terdampak Banjir Lobar

Personil Dinsos NTB melalui Tagana tengah menyortir bantuan nasi bungkus untuk disalurkan pada korban banjir di wilayah terparah di Lobar. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS Sebanyak 5.000 nasi bungkus mulai disalurkan Pemprov NTB melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk untuk korban banjir terparah di Pulau Lombok. Yakni, tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. Bantuan nasi bungkus itu bersumber dari Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

“Alhamdulillah, bantuan 5.000 nasi bungkus sudah mulai kita salurkan sejak siang dan sore ini. Nantinya, hingga malam kita akan salurkan karena, hal ini merupakan kebutuhan mendesak para korban banjir di Lobar,” ujar Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik pada wartawan yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Senin Sore (6/12).

Menurut Ahsanul, selain bantuan nasi bungkus, pihaknya juga membagikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Di antaranya, matras, kebutuhan untuk mandi serta kebutuhan makanan bayi dan balita.

“Pembagian seluruh bantuan bagi korban terdampak banjir itu disalurkan oleh para Tagana . Mereka menyisir semua lokasi yang menjadi tempat pengungsian,” kata dia.

Ahsanul mendaku, penyaluran nasi bungkus akan dilakukan untuk hari ini. Sebab, untuk hari berikutnya pihaknya akan mendistribusikan seluruh bantuan pada dapur umum yang sudah dibuat oleh posko terpadu.

“Intinya, seluruh bantuan itu kita pastikan untuk kebutuhan para pengungsi. Makanya, kita pasok bantuan tersebut agar mereka tidak ada yang kelaparan,” tandas Ahsanul.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Sahdan mengungkapkan banjir terparah yang terjadi di Pulau Lombok terjadi di Kabupaten Lombok Barat.

“Dari data sementara yang kami terima Kabupaten Lombok Barat yang terparah terkena banjir,” ujarnya.

Sahdan mendaku, ada tiga lokasi terparah yang terdampak banjir di Kabupaten Lombok Barat, yakni Kecamatan Gunung Sari, Batu Layar dan Sekotong.

“Lokasinya tersebar di tiga kecamatan dan sampai hari ini evakuasi masih terus dilakukan,” ucap dia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.