Dukung Basket Lombok Difabel, Gubernur NTB Berikan Kursi Roda Khusus

MATARAM, – Cita-cita Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah untuk menjadikan NTB sebagai daerah Ramah Difabel sungguh-sungguh diwujudkan. Setelah mengoperasikan bus ramah difabel, kali ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengupayakan pengembangan minat dan potensi masyarakat difabel melalui Basket Lombok Difabel, yakni sebuah komunitas Basket Kursi Roda.

Gubernur menjelaskan, Pemprov NTB akan berusaha maksimal menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas masyarakat difabel NTB. Sehingga mereka dapat terayomi sama baiknya dengan masyarakat pada umumnya. ‘’Ramah difabel gampang diucapkan tapi susah dilakukan. Jadi, saya berharap masyarakat tidak lagi melihat difabel sebagai hal yang berbeda, karena pemerintah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengatasi kekurangan mereka,’’ kata Gubernur usai memberikan empat buah kursi roda basket bagi komunitas Basket Lombok Difabel, di Ruang Kerjanya, Senin (1/2).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik yang mendampingi Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB tak hanya memperhatikan fasilitas sehari-hari masyarakat difabel saja, tetapi juga pada bidang hobi dan olahraga.

Ahsanul Khalik melanjutkan, dengan adanya bantuan perdana bagi tuna daksa di sepanjang sejarah Pemprov NTB ini, diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB. Oleh karena itu, Dinas Sosial NTB akan terus mendukung dan mendorong agar suatu saat nanti, komunitas ini bisa melahirkan atlet-atlet basket kursi roda yang dapat mengharumkan nama NTB. ‘’Bantuan ini akan kita tambah jumlahnya nanti dan akan terus kita support sesuai program Dinsos,’’ katanya.

Nia Kartika, salah seorang anggota Basket Lombok Difabel yang menerima bantuan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemprov NTB telah memberikan perhatian besar bagi penyandang difabel. Nia mengaku bangga karena Basket Difabel hanya ada dua di Indonesia, yakni di Makassar dan salah satunya ada di Lombok. ‘’Kami sangat bersyukur, kita punya pemimpin yang memperhatikan difabel. Semoga kedepannya kami bisa membela nama daerah dan mengharumkannya di cabang olahraga ini,’’ kata Nia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *