Ingin Segera Keluar Dari Belenggu Kemiskinan, KPM PKH Desa Kelebuh Merintis Usaha Bakso Beranak

PKH LOTENG ,  Prateng Kementerian Sosial terus berupaya agar para penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dapat berdaya dan mandiri.Pemberian bansos tidak diarahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar. Namun juga untuk memperkuat pemberdayaan dan ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai guncangan, dampak dari bencana alam, dan sebagainya. 
Seperti Saniah (44),  Keluarga Penerima Manfaat PKH yang berasal dari Dusun Tompek Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah ini sudah bertekad membuka usaha dengan berjualan bakso untuk membantu ekonomi keluarga, 
Ibu dari tiga anak ini mencoba peruntungan dengan menjual bakso dengan modal awal sekitar 5 juta rupiah yang berasal dari tabungannya selama ini dan sedikit demi sedkit menyisihkan bantuan PKH yang didapatkannya sekali dalam tiga bulan. 
Pengelolaan keuangan ini, dia pelajari dari kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dilakukan sebulan sekali dengan bimbingan Pendamping Sosial PKH.Melalui Pendamping PKH juga, ia mendapat kesempatan lebih luas mengikuti kursus-kursus dan pelatihan pelatihan kewirausahaan. 
Satu hal yang dipegang teguh Saniah hingga sekarang adalah dia ingin fokus,  konsisten dan istiqomah dalam menjalankan usahanya dan apabila sudah sukses nantinya dia bertekad untuk mengundurkan diri menjadi Peserta PKH untuk membuka kesempatan bagi masyarakat yang lebih membutuhkan agar bisa mendapatkan Bantuan PKH. 
PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga prasejahtera yang ditetapkan sebagai KPM PKH.Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *