Kadinsos NTB: Korps Sosial Harus Satu Jiwa Satu Rasa!

Kadinsos: Korps Sosial Harus Satu Jiwa Satu Rasa!

Mataram, NTB

Dinas Sosial adalah ujung tombak Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Menjawab kebutuhan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), tanpa membedakan permasalahan sosial antara yang satu dengan yang lainnya. Dinas Sosial dan Panti Sosial serta Pekerja Sosial dimana-pun berada, harus satu rasa bergerak, melompat dan bergandengan tanpa saling membelakangi.

Semangat Korps Sosial menggelinding dengan penuh keakraban sebagaimana diungkap oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH, pada saat Dinas Sosial melaksanakan kegiatan halal bil halal usai pelaksanaan apel Senin, (17/5) pagi.

Dia menuturkan, sebagai manusia semua memiliki kekurangan dan kelebihan, bahkan kekhilafan. Dengan penuh ketulusan, secara pribadi dan kedinasan, ia meminta unsur stakeholder menghilangkan rasa, benci, iri dengki dan amarah diantara sesama pasca menjalankan puasa di bulan ramadhan.

Lebih jauh kedepan dalam perspektif Pemikiran Positif, kata dia, meletakan fikiran fositif adalah pemantik bentuk hadirnya rasa saling memaafkan satu sama lain, kemudian saling mendorong dan saling merangkul untuk bekerja sama sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Negara , Pimpinan serta sumpah jabatan.

“Korps Sosial Harus Satu Jiwa Satu Rasa!,”Tegasnya seraya mengutip redaksi “Catur Darma Pekerja Sosial” yang dibacakan Nita Hermawati,S.IP.

Menurut mantan Penjabat Bupati Lombok Timur ini, jika jiwa korsa sudah dibangun dengan sinergitas yang memadai, prospek kedepan, tidak ada lagi potensi pemikiran negatif yang membayangi diri pribadi kepada sesama. Bergerak bersama melaksanakan tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai abdi Negara. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

” Tentunya dengan tekad bersama, menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan yaitu meletakan dengam baik sinergitas arah Pemerintahan NTB Gemilang,” Katanya dengan harapan dapat diwujudkan secara bersama

Dikatakannya, dalam mewujudkan keselarasan pemangku kepentingan di Dinas Sosial, dapat saling mengingatkan satu sama lain. Sebab, bukan “barang” tabu jika staf mengingatkan pemimpinnya, atau sebaliknya.

Dinas Sosial adalah induk dari setiap pelayanan sosial di lapangan, baik Panti Sosial maupun yang dilaksanakam oleh pilar pilar sosial. Tidak boleh ada potensi sekecil apapun terjadinya miss-informasi dalam setiap langkah tindaklanjut.

Lebih lanjut kata dia. tentang intervensi kepada Panti sosial sebagai jejaring organisasi internal yang melekat, akan ditingkatkan lagi. Agar pelakaanaan pelayanan di panti sosial bagi pemerlu layanan sosial dapat berjalan dengan baik dan penuh tanggungjawab. Harus sejalan dengan dengan tagline yang pernah digulirkan pertengahan tahun 2020 yaitu “melayani dengan hati”. Al-hasil kerangka output yang diharapkan dapat mencapai target.

“Kedepan komunikasi dan kooridinasi dan pelaporan kegiatan tetap disampaikan. Sekecil apapun kegiatan di Panti Sosial, harus ada informasi yang disampaikan ke Dinsos NTB,”Tegasnya lagi.

Selain itu, dia membeberkan polarisasi sinergitas antar pekerja sosial di lapangan sudah berlangsung baik dan solid. Salah satunya dengan hadirnya survay pelayanan publik Pemerintah Provinsi, adalah totalitas pelayanan Dinsos NTB. Dengan menjawab setiap persoalan sosial dengan cara penjangkauan langsung di lapangan.

“Ini merupakan rewad yang harus dirawat bersama dan kemudian ditingkatkan sebaik mungkin, dengan saling asah, asuh dan asih” imbaunya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *