Kadisos NTB Dukung Penuh, Anak PKH Akses KIP Kuliah

Mataram, NTB

Berdasarkan Data anak Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial, kelas XII jenjang SMA/SMK, sebanyak 91.247 anak se Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari data tersebut diupayakan teridentifikasi anak anak yang berpotensial untuk masuk ke Perguruan Tinggi. Advokasi dan motivasi Pendamping Sosial sedang berproses. Untuk itu, Dinas Sosial Provinsi NTB mendukung anak PKH Akses Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsnul Khalik, S.Sos MH mengungkapkan dengan keterbatasan yang mendera penerima manfaat bantuan sosial (Bansos) Non Tunai PKH, perlu pendampingan serius untuk mewujudkan derajat dalam lingkungan sosial. Sesuai esensi Pendapingan Program PKH, meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan. Karena masih dalam batasan komponen bersyarat, salah satunya tentang pendidikan, dimana komponen yang diakomodir dalam anggota keluarga penerima manfaat batasanya sampai jenjang Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Pendampingan tidak akan tuntas rasanya , jika generasi tidak ditopang dengan pendidikan tuntas pula. Berbicara hal itu, melalui kesempatan KIP Kuliah, Advokasi Pendampingan program PKH, kiranya Pendamping PKH berinisiatif untuk mengadvokasi, agar generasi potensial (SMA/SMK,red) bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.

“Saya mendukung gerakan SDM PKH untuk mengadovakasi dan edukasi, anak KPM PKH mengakses KIP Kuliah agar generasi bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” Ungkapnya, Selasa (30/6/2020)

Dia menyebutkan, metode progresif yang sangat penting diperhatikan adalah Pemetaan data siswa PKH kelas XII Potensial Kuliah di Kabupaten/Kota masing-masing berdasarkan data Komponen di E-PKH, mensosialisasikan GerakanAyo Kuliah untuk mewudujkan Generasi Cerdas -Generasi Gemilang. Menyusun Pembobotan dan melakukan perengkingan potensial dengan indikator prestasi akademik, motivasi,kemauan, kesungguhan siswa , terkahir yang sangat penting adalah dukungan orang tua.

“Koordinasi dengan Dinas Sosial masing-masing dan Perguruan Tinggi, agar kejelasan input, proses dan output pendampingan tersebut terukur dan terorganisir.” Pinta Mantan Plt Bupati Lombok Timur ini

Inisiasi ini, lanjut dia adalah bentuk perjuangan tambahan dari pegiat sosial pada Pendamping Program PKH. Tidak melihat ini sebagai beban, karena esensinya sama yakni meningkatkan derajat pendidikan anak PKH melalui pendidikan yang layak, al- hasil substansi Program tentang memutuskan rantai kemiskinan antar generasi dapat terwujud.

“Program PKH memiliki SDM Pilihan karena memiliki ikrar , menjadi SDM yang Santun Integritas dan Profesional. Saya percaya Pendamping bisa mengadvokasi generasi PKH menjadi Generasi harapan untuk NTB Gemilang,” Tandas Khalik

Penghubung PKH – Nurhasim/Korwil PKH NTB
Hp. 082 359 289 548

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *