Kajian Kepala BPS Prov. NTB Tentang Dampak Covid-19 Terhadap Kecenderungan Kemiskinan di NTB

Akan banyak masyarakat yang masuk ke dalam kelompok miskin kagetan akibat terdampak virus corona atau Covied-19. Mereka yang tadinya tidak masuk dalam Data Terpadu Kesekahteraan Sosial (DTKS) untuk menerima program Jaring Pengaman Sosial dari pemerintah. “Bahkan yang lebih penting adalah mereka yang tidak ada di DTKS, mereka ini warga negara, penduduk kita yang semula tidak terkategorikan tidak mampu atau tidak miskin sekarang jatuh miskin akibat dari Covied-19. Atau kalau saya boleh menyebut miskin kagetan. Semula tidak miskin kemudian jatuh miskin alibar dampak Covied-19. (Muhadjir Efendi/Menko PMK – bersatu.com, 8 Mei 2020)

Sementara di sisi lain di NTB, jumlah pasien Covied-19 terus bertambah, sampai dengan 23 Juni 2020 jumlah pasien yang terkonfirmasi positif mencapai 1.081 orang dengan rincian; 744 orang sembuh, 45 orang meninggal dan 292 orang masih positif. Dan diperkirakan hal ini alan berdampak terhadap perekonomian NTB dan akan memunculkan dugaan bahwa penduduk miskin di NTB akan meningkat.

Nah untuk itu sahabat sosial semua anda perlu menelaah dan memahami kajian dampak Covied-19 terhadap kecendrungan kemiskinan di NTB yang merupakan kajian dari BPS NTB.

Sahabat Sosial bisa mendapatkan kajian tersebut disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *