KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI EKONOMI

Masalah kemiskinan telah mejadi isu global yang harus segera diatasi oleh semua Negara. Permasalahan ini mutlak dihadapi di setiap Negara, dan akan selalu dibarengi dengan masalah laju pertumbuhan penduduk, kemudian disusul dengan pengangguran.

Menurut PBB, sekitar 25.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap hari karena kelaparan atau penyebab-penyebab lain yang berhubungan dengan kelaparan. Oleh karenanya, melalui PBB 193 Negara bersepakat untuk melaksanakan agenda berkelanjutan sebagai upaya mengakhiri kemiskinan global hingga tahun 2030. Misi Pembangunan Berkelanjutan Periode 2015-2030 ini dibangun atas keberhasilan Millenium Development Goals, yang telah berhasil membantu jutaan orang untuk keluar dari kemiskinan (CNN Idonesia, 2015).

Namun demikian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai meskipun jumlah angka kemiskinan menurun sejak 1990, namun kemiskinan masih akan tetap ada di dunia. Seluruh Negara di dunia tidak pada jalurnya untuk mengentaskan kemiskinan. Pada 2030, PBB memproyeksikan terdapat 6% kemiskinan di dunia. (PBB, 2019).

Berbicara dampak kemiskinan mungkin tidak akan pernah habisnya dan bukan hal yang tabu lagi dibicarakan semua lapisan masyarakat. Kemiskinan dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang umur, tahta, ataupun harta.

Kemiskinan memiliki keberatan hubungan dengan masalah-masalah sosial dan masalah ekonomi. Sebagai permasalahan sosial, kemiskinan berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah tersebut bersifat sosial karena bersangkutan dengan hubungan antar manusia dan didalam kerangka bagian-bagian norma budaya dan kemisinan dapat menjadi permasalahan sosial kemasyarakatan karena memiliki keterkaitan dengan gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam masyarakat. Masalah sosial timbul dari kurang tercukupinya kebutuhan manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan. Sedangkan kemiskinan dalam permasalahan ekonomi, menjadi perhatian khusus pemerintah suatu Negara karena dampak kemiskinan mejadi permasalahan serius yang harus segera ditutaskan karena menyangkut harkat dan martabat serta mejadi suatu kepercayaan bagi suatu negara untuk melakukan hubungan interasional dengan negara yag lain. Masalah-masalah sosial yang berasal dari faktor ekonomis antara lain adalah kemiskinan, pengangguran dan sebagainya.

Persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial masih menjadi masalah besar di Indonesia baik dilingkungan perkotaan maupun pedesaan. Sehingga untuk mengentaskan masalah kemiskinan tersebut pemerintah melakukan upaya dalam penanggulangan kemiskinan, diantaranya melaui program Jaminan Sosial, Bantuan Tunai serta melalui program Pemberdayaan, misalnya Pemberdayaan Lingkungan dan Pemberdayaan Kewirausahaan. Pemberdayaan merupakan program komprehensif dan terpadu dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia, human capital, yang sekaligus diarahkan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yang tujuan utamanya penghapusan kemiskinan dan peningkatan mutu manusia yang berbudaya dan demokratis. Banyak ahli yang menafsirkan pengertian dari kemiskinan itu sendiri, salah satunya adalah pendekatan sosiologis. Namun yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar yang akan dirasakan suatu negara ataupun masyarakat terhadap masalah global ini?

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat meliputi gejala-gejala sosial, struktur sosial dan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sosiologi menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat, seperti norma-norma, kelompok sosial lapisan masyarakat, lembaga kemasyarakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan serta perwujudannya. Gejala-gejala tersebut ada yang tidak berlangsung normal sebagaimana yang dikehendaki masyarakat merupakan gejala-gejala abnormal atau patalogis hal ini disebabkan adanya unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sehingga menyebabkan kekecewaan dan penderitaan. Gejala-gejala abnormal dinamakan masalah-maslah sosial. Salah satu contoh masalah sosial masyarakat adalah kemiskinan.

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut. Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang tetapi juga terjadi dinegara-negara yang sudah mempunyai kemapanan dibidang ekonomi. Kemiskinan merupakan permasalahan yang diakibatkan oleh kondisi nasional suatu negara dan situasi global. Dengan adanya globalisasi ekonomi dan ketergantungan antar negara dapat memberikan tantangan dan kesempatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara dan juga memberikan resiko ketidakpastian perekonomian dunia. Indonesia menghadapi masalah yang cukup besar diberbagai bidang baik dibidang ekonomi, kependudukan maupun lingkungan hidup peningkatan kesejahteraan rakyat. Dampak dari berbagai kebijakan tersebut adalah masih banyaknya penduduk miskin di Indonesia.

Kemiskinan Dalam Persepsi Pembangunan Ekonomi secara ekonomi kemiskinan dapat didefinisikan sebagai kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang. Sumber daya dalam konteks ini menyangkut tidak hanya aspek finansial, melainkan pula semua jenis kekayaan (wealth) yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial masih menjadi masalah besar di Indonesia baik dilingkungan perkotaan maupun pedesaan. Masalah kemiskinan bukanlah persoalan yang baru di negeri tercinta ini, sudah menjadi momok terbesar sebelum kemerdekaan. Bahkan pemerintah sadar untuk menjadikan suatu negara bisa maju harus benar-bentar tuntas mengatasi masalah kemiskinan. Sehingga untuk mengentaskan masalah kemiskinan tersebut pemerintah melakukan upaya dalam penanggulangan kemiskinan, diantaranya melaui program Jaminan Sosial, Bantuan Tunai serta melalui Program Pemberdayaan, misalnya Pemberdayaan Lingkungan dan Pemberdayaan Kewirausahaan.

Pemberdayaan merupakan program komprehensif dan terpadu dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia, human capital, yang sekaligus diarahkan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yang tujuan utamanya penghapusan kemiskinan dan peningkatan mutu manusia yang berbudaya dan demokratis. (Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *