Mahalnya Air di Seriwe

Mataram–Panas terik dan berdebu. Begitu rasanya saat menjejakkan kaki di Dusun Seriwe, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Satu jam lebih perjalanan dari Kota Mataram mencapai dusun di Lombok bagian selatan ini. Sebelum mencapai dusun, jalan rusak penuh batu sudah menghadang. Rombongan dari Kota Mataram terdiri dari lima truk tangki air dan satu mobil dinas Innova milik Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) H Ahsanul Khalik.

 

Dusun Seriwe sendiri langsung berhadapan dengan Teluk Seriwe. Tidak usah heran kalau panas khas pesisir pantai begitu terasa begitu keluar dari mobil. Puluhan ibu rumah tangga sudah berbaris rapi. Di depannya mereka gentong dan ember sudah berjajar.

“Baris yang rapi. Semuanya kebagian,” begitu anggota Tagana Disosdukcapil berkata kepada warga.

 

Tak lama anggota Tagana itu pun berjalan ke menuju bagian belakang truk, ia memutar pangkal selang. Air pun langsung mengucur ke gentong dan timba yang dibawa para ibu. Rona bahagia terpancar dari mereka. Melihat air seperti melihat barang berharga.

“Biasanya beli. Alhamdulillah, ada gratis dari pemerintah,” ucap Inaq Mariam.

 

Diceritakan, sehari-hari kebutuhan air untuk memasak dan minum, warga Dusun Seriwe membeli. Mengandalkan hujan tak mungkin, meski di beberapa daerah di Lombok sudah hujan, dusun ini belum merasakan derasnya curahan air langit. Baru gerimis saja turun. Truk tangki penjual air tak setiap hari menyambangi warga.

“Makanya kita beli biasa dua jeriken yang isi 30 liter. Satu jeriken Rp 5 ribu,” lanjut Inaq Mariam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *