NTB Disebut ‘Supermarket’ Bencana, Ini Strategi Pemprov NTB Kurangi Risiko Bencana

Hampir semua jenis bencana alam melanda wilayah Provinsi NTB dalam tiga tahun terakhir. Mulai dari bencana kekeringan, banjir, kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun.

Peningkatan aktivitas gunung berapi Rinjani, hingga gempa dahsyat tahun 2018 yang meluluhlantakkan seantero Lombok.

Termasuk saat ini, di kala pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melanda dunia, wilayah NTB juga kena dampaknya.

“Takdir menempatkan Indonesia termasuk kita NTB berada pada tiga lempeng tektonik sehingga pantas dijuluki supermarket bencana,”  kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H Ahsanul Khalik, Sabtu (17/10/2020).

Hampir semua jenis bencana, kata Khalik, setiap saat mengancam warga NTB. Bencana memang tidak bisa dihindari, tapi dampak bencana bisa dikurangi.

Program itu adalah Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Mobil Edukasi Bencana (MEB). Dua program ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

“Semua pihak termasuk santri, pelajar, mahasiswa harus dikuatkan sebagai bagian dalam pengurangam resiko bencana,” katanya.

TMS, jelas Khalik, bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai macam bencana.

“Gerakan ini kian masif di NTB mengingat topografi daerah ini memiliki potensi besar terjadinya gempa dan tsunami,” jelasnya.

Selama Oktober, gerakan TMS akan menyasar 35 sekolah dan pondok pesantren di 10 kabupaten/kota se-NTB. Demikian pula dengan MEB, mobil ini terus berpatroli hingga ke pelosok daerah.

“MEB mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” kata mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB ini.

Mobil dikemas menarik seperti kedai kopi yang menyiapkan produk-produk lokal.

“Mobil ini berfungsi sebagai kafe berjalan yang bisa membuka lapak di keramaian lalu pengunjung menikmati kopi sambil diskusi kebencanaan,” jelasnya.

Gerakan sederhana kesiapsiagaan ini diharapkan menjadi penyemangat agar warga NTB lebih siaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *