Peluncuran Buku Tentang Bang Zul Disambut Meriah Tokoh Masyarakat NTB

MATARAM–Peluncuran buku karya H. Ahsanul Khalik, S. Sos, M.H, “Seni Berpikir dan Bekerja ala Bang Zul: Mendayung Menenangkan Badai” pada Rabu (29/06) di Same Hotel, Mataram berlangsung meriah. Acara tersebut dihadiri oleh para akademisi, tokoh agama, aktivis dan tokoh masyarakat dari berbagai etnis dan latar belakang di NTB.

Launching buku setebal 356 halaman tersebut dibuka oleh penampilan tari tradisional Bima, Wura Bongi Monica dan dilanjutkan dengan pemutaran video yang merangkum jejak panjang perjuangan Gubernur NTB. Acara peluncuran buku ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah.

Dalam sambutannya, Bang Zul mengapresiasi terbitnya buku tentang sepak terjangnya selama memimpin NTB. Meski menurutnya buku yang menulis tentang dirinya sudah cukup banyak.

“Buku tentang saya sudah banyak diterbitkan jauh sebelum buku ini ada, hanya saja pak Kadis Sosial bisa mengemasnya dengan cara yang manis dan elegan seperti ini. Jangan biarkan perbedaan warna membuat kita saling bermusuhan, mari kita satukan optimisme gagasan bersama untuk membangun NTB,” Jelas Bang Zul dengan nada yang optimis.

Selain itu ia menyampaikan bahwa program beasiswa 1000 cendekia sengaja disiapkan khusus untuk anak muda NTB agar bisa bersaing, dan bertarung di masa depan untuk membangun bersama NTB.

Ahsanul Khalik, selaku penulis mengatakan, terdapat banyak perbedaan kebijakan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Namun buku yg ia tulis tidak bermaksud untuk membangdingkan, akan tetapi dihajatkan untuk menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya.

“Buku ini merupakan rekaman dan hasil sintesa dari perjalanan panjang dan sepak terjang Gubernur NTB sepanjang hampir tiga tahun memimpin NTB. Ide Buku ini di susun sejak setahun setengah yang lalu, buku ini bertujuan memberikan contoh, semangat untuk generasi muda agar terus berkarya,” jelasnya.

Selain itu, para perwakilan tokoh agama dan masyarakat juga menyampaikan testimoni yang membuat penonton tepuk tangan dan sesekali tertawa. Salah satu testimoni disampaikan oleh Dr. Falahudin, Ketua PW Muhammadiyah NTB. Ia menyampaikan bahwa secara keilmuan-akademik, Bang Zul tidak bisa diragukan lagi. “Beliau telah menempuh pendidikan hingga ke luar negeri. Tidak perlu lagi kita bicara tentang prestasi beliau. Semua orang tahu itu” ujarnya

Testimoni serupa juga disampaikan oleh Zulkifli, perwakilan tokoh masyarakat Bima di Jakarta. Sambil terharu, ia mengenang perjalanan hidupnya ketika bersama Bang Zul di Jakarta. Menurutnya, Dr Zulkieflimansyah memiliki modal yang tidak dimiliki oleh pemimpin lain. Modal itu bersumber dari lubuk hatinya.

“Modal utama beliau yang pertama adalah selalu tersenyum. Tidak banyak pemimpin yang bisa selalu tersenyum dalam kondisi apapun. Bang Zul selalu tenang. Tidak reaktif dalam menghadapi satu keadaan yang ekstrim sekalipun. Seperti ketika menerima estafet kepemimpinan dalam kondisi NTB yang luluh lantak dihantam gempa bumi. Pun demikian saat mengarungi pandemi covid-19 saat ini,” ujar pria yang berkiprah di Jakarta sebagai arsitek.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof. Dr. Suprapto, M.Ag. berharap buku karya Ahsanul Khalik, salah satu Kandidat Doktor UIN Mataram ini bisa diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.

“Buku ini sangat bagus dan berimbang. Biasanya buku biografi pejabat isinya cenderung glorifikasi, namun berbeda dengan buku yang sangat inspiratif ini. Jika banyak yang tahu tentang pemimpinnya, maka dampaknya akan banyak investor yang melirik NTB,” sarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *