Penyuluhan Sosial

Pengertian
Penyuluhan dapat dipandang sebagai sebuah ilmu dan tindakan praktis. Sebagai sebuah ilmu, pondasi ilmiah penyuluhan adalah ilmu tentang perilaku (behavioural science). Di dalamnya ditelaah pola pikir, tindak, dan sikap manusia dalam menghadapi kehidupan. Jadi, subyek telaah ilmu penyuluhan adalah manusia sebagai bagian dari sebuah sistem sosial; dan obyek materi ilmu penyuluhan adalah perilaku yang dihasilkan dari proses pendidikan dan atau pembelajaran, proses komunikasi dan sosial. Ilmu penyuluhan mampu menjelaskan secara ilmiah transformasi perilaku manusia yang dirancang dengan menerapkan pendekatan pendidikan orang dewasa, komunikasi, dan sesuai dengan struktur sosial, ekonomi, budaya masyarakat, dan lingkungan fisiknya. Kemudian, sebagai sebuah tindakan praktis, penyuluhan merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku pada individu, kelompok, komunitas, ataupun masyarakat agar mereka tahu, mau, dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Tujuan penyuluhan tidak lain adalah hidup dan kehidupan manusia yang berkualitas dan bermartabat (Amanah, 2007). Menurut Permensos 10/2014, Penyuluhan sosial adalah sebuah proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui enyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial, baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran, sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan dan kemauan guna partisipasi secara aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Filosofi / Falsafah Penyuluhan Sosial
Menurut Kelsey dan Hearne (1955), bekerja bersama masyarakat untuk membantu mereka agar dapat meningkatkan harkat martabatnya sebagai manusia:
(a.) Penyuluh bekerja bersama masyarakat, bukan penentu atau pamaksa melainkan mampu menciptakan suasana dialogis, menumbuhkan partisipasi masyarakat. (b) Penyuluh tidak menciptakan ketergantungan, tetapi mendorong terciptanya kreativitas dan kemandirian masyarakat (c) Penyuluh meningkatkan harkat dan martabat.


Di Amerika Serikat, Falsafah 3 T: (a). Teach: Penyuluhan merupakan pendidikan, kegiatan yang dilakukan dengan proses pembelajaran. (b) Truth: Penyuluhan menyampaikan kebenaran, yang dilakukan melalui proses uji coba atau penelitian. (c) Trust: Penyuluhan diyakini memberi manfaat bagi penerima. Di Indonesia, penyuluhan merupakan proses pembelajaran. (a) Falsafah pendidikan Ki Hajar Dewantoro: Ing ngarso
sung tulodho, ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah membimbing, di belakan mendorong) (b). Pancasila (c). Bhineka Tunggal Ika (d) Regulatif sentralistik menjadi fasilitatstif partisipatif (e) Learning by doing (f) Seeing is believing

Prinsip Penyuluhan
Menurut Dahama dan Bhatnagar (1980), beberapa kondisi terkait dengan penyuluhan, yaitu (a) Minat dan kebutuhan Dalam melakukan penyuluhan berdasarkan minat dan kebutuhan warga sasaran (b)Organisasi asyarakat bawah. Target penyuluhan harus sampai pada organisasimasyarakat bawah(c) Keragaman BudayaMelakukan penyuluhan harus menyesuaikan atau mengetahui budaya warga sasaran (d) Perubahan Budaya Penyuluhan sosial harus memberikan perubahan budaya. Misalnya, budaya encangkul menjadi menggunakan traktor (e) Kerjasama dan partisipasi
Dalam melakukan penyuluhan seorang penyuluh harus bisa bekerjasama dengan warga sasaran dan menjadikan atau mengkondisikan agar warga sasaran dapat ikut andil atau berpartisipasi dalam penyuluhan (f)Demokrasi dalam penerapan ilmu Dalam menerapkan ilmu atau penyuluhan, penyuluh harus menggunakan beberapa metode atau menggunakan prinsip demokrasi dengan mendengarkan aspirasi atau pendapat masyarakat sasaran .

g. Belajar sambil bekerja (1) Penyuluh sambil belajar dengan menerangkan. (2) Bekerja, maksudnya penyuluh dalam melakukan penyuluhan sambil mempraktekkan dan memperagakan.(h) Penggunaan metode yang sesuai
Metode menyesuaikan dengan kondisi atau karakteristik warga sasaran.
i. Kepemimpinan
Seorang penyuluh harus bisa menciptakan pemimpin-pemimpin bagi diri sendiri untuk bisa menjaga dirinya sendiri.
j. Spesialis yang terlatih
Seorang penyuluh harus mempunyai suatu kemampuan, ilmu atau menguasai materi yang akan di suluhkan.
k. Segenap Keluarga
Penyuluhan harus bisa sampai ke segenap keluarga.
l. Kepuasan
Masyarakat harus merasa puas dengan adanya penyuluhan, karena penyuluhan yang disampaikan dirasa bermanfaat bagi mereka.

2. Fungsi Penyuluhan Sosial
Penyuluhan sosial memiliki berbagai fungsi, yaitu:
a. Fungsi Preventif
Artinya penyuluhan sosial ditujukan untuk meniadakan
timbulnya problema sosial yang baru.
b. Fungsi Remedial (Kuratif/Rehabilitatif) Artinya penyuluhan sosial ditujukan untuk menanggulangi problema sosial yang telah timbul.
c. Fungsi Pengembangan (Development) Artnya penyuluhan sosial ditujukan untuk usaha pengembangan masyarakat.
d. Fungsi Penunjang (Supportif) Artinya penyuluhan sosial tidak hanya ditujukan pada bidang kesejahteraan sosial saja tetapi juga dapat
menunjang program lain secara lintas sektor. Berbicara tentang penyuluhan sosial setidaknya menyangkut lima unsur yaitu: (1) proses pembelajaran, (2) ada subyek yang belajar, (3) pengembangan kesadaran dan kapasitas diri dan kelompok, (4) pengelolaan sumberdaya untuk perbaikan kehidupan, dan (5) diterapkannya prinsip berkelanjutan dari sisi sosial, ekonomi, dan menerapkan fungsi kelestarian lingkungan. mplikasinya, penyelenggaraan penyuluhan haruslah meliputi lima aspek di atas (Amanah, 2007). Penyuluhan telah digunakan oleh berbagai sektor,
antara lain pada sektor pertanian, kependudukan, keagamaan, pendidikan, kesehatan dan sosial. Pada sektor sosial, penyuluhan sosial didefinisikan sebagai suatu proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi, dan edukasi oleh penyuluh sosial baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan dan kemauan guna berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan Kesejahteraan sosial. Penyuluhan sosial pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial, merupakan gerak dasar dalam penyelenggaraan
kesejahteraan sosial. Penyuluhan sosial diarahkan dalam rangka memberi dan meningkatkan pemahaman, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial mulai dari tingkat lokal. Sebagai gerak dasar, maka posisi penyuluhan sosial ini sangat strategis, karena menentukan capaian dan keberlanjutan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *