Perlu SDM Kuat Hadapi Manajemen Konflik

Mataram–Dalam rangka mempersiapkan SDM Dinas Sosial Provinsi NTB yang mampu memahami manajemen konflik dengan kerangka yang jelas.

Dinas Sosial Provinsi NTB mengirim tiga orang petugas untuk mengikuti Kegiatan Bimbingan Teknis Layanan Dukungan Psikososial yang diselenggarakan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementrian Sosial RI yang dilaks selama 3 hari ( 16 – 19 Mei 2017 ) di Jakarta, pserta berasal dari 34 Provinsi sebanyak 130 orang.


Acara dihadiri oleh Menteri Sosial RI sekaligus mberikan arahan. Pemateri terdiri dari Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos RI, Mabes Polri, Psikolog Admajaya dan Team Psikolog Unpad dengan materi ;
1. Manajemen Konflik
2. Tinjauan aspek psiko-
sosial terhdp korban
bencana sosial
3. Penjabaran MOU
antara Kemensos dan
Polri dlm pnanganan
konflik
4. Dampak psikologis
penyintas secara umum
dan pada kelompok rentan
akibat bencana sosial.
5. Pemanfaatan potensi
sumber internal dan
eksternal.
6. Kondisi Biopsikososial
akibat bencana sosial.
7. Pelaksanaan
pengawasan program
dan Bansos korban bencana dosial
8. Dinamika kelompok dan
Roleplay

BERIKAN MATERI: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan materi.

Kepala seksi Perindungan Sosial Korban Bencana Sosial Dinas sosial Provinsi NTB Ari Yuliana mengatakan, kegiatan yang diikuti ini sangat bermanfaat. Di NTB di beberapa wilayah juga sering terjadi konflik sosial yang mengakibatkan terganggunya berbagai struktur sosial yang ada di masyarakat bahkan berakibat pada perekonomian dan lainnya.
“Paling tidak kami di dinas kemudian memahami bagaimana langkah-langkah penanganan pasca terjadinya konflik sosial dengan menggunakan metode pendekatan sesuai dengan karakteristik penyintas dan juga mendapatkan m Penguatan dan pengayaan materi dukungan psikososial bagi korban bencana sosial,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *