Posyandu Keluarga, Pusat Edukasi dan Solusi Masalah Sosial

Lombok Timur – – Masih banyak ditemukannya kasus stunting, gizi buruk,kematian bayi, kematian ibu hamil serta masalah pernikahan dini di NTB menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah. Masalah sosial dan segala kompleksitasnya harus diselesaikan tidak hanya dengan kesungguhan namun harus mengenal akar permasalahanya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menegaskan, posyandu keluarga yang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dihadirkan untuk menjadi pusat edukasi, sehingga mampu mendeteksi lebih awal masalah – masalah kesehatan dan sosial yang ada masyarakat, khususnya di desa-desa.

” Masalah sosial yang muncul harus diberantas dari Hulu ke Hilir dengan sinergitas serta keberanian  mengintervensi dari tatanan paling bawah.  Agar akar masalah  penanganannya akan semakin ringan dan segera teratasi” jelas Wagub NTB saat mengunjungi posyandu keluarga di Desa Mendana Raya Kec. Keruak Kab. Lombok Timur (13/9).

Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mencontohkan, salah satu kasus yang kerap timbul akibat stigma masyarakat yang keliru adalah seperti banyaknya ibu menyesui beralih ke ASI buatan karena sebagian masyarakat mengira makanan bergizi sulit didapat ataupun terlalu mahal dibeli.

“Melalui posyandu terintegrasi, edukasi harus dan tetap dilakukan sehingga tidak memunculkan masalah baru. Sehingga stigma masyarakat terkait ketersediaan makanan sehat dan bergizi yang sulit didapat nyatanya diperoleh sangat mudah dan dikonsumsi. Seperti bayam, kelor, pepaya, pisang, tahu, tempe” himbau Wagub kelahiran Selong tersebut.

Selain itu, Ummi Rohmi juga menjelaskan bahwa Posyandu tidak hanya dihajatkan untuk Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA ) namun juga fokus pada pengentasan masalah usia produktif (Remaja) dan Lansia. Serta edukasi bagi kaum buruh migran, isu lingkungan dan juga permberdayaan ekonomi mikro.

” Pembangunan Desa tidak hanya berbentuk fisik, namun juga non fisik seperti kesehatan, pendidikan, serta produktifitas.” tutup Wagub.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa prospek program posyandu keluarga yang dicanangkan pemprov NTB sangat baik dan menjanjikan, bahkan ia menilai program ini akan membantu daerahnya untuk memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari segi kesehatan.

” Lotim peringkat IPM nya ke 9 di NTB, semoga dengan hadirnya posyandu keluarga serta sinergitas semua pihak dapat memperbaiki status  IPM daerah kami”. Ungkap Sukiman.

Di kabupaten Lombok timur sendiri tercatat 1.811 unit posyandu konvensional, dan sampai saat ini 250 unit telah dikonversi menjadi posyandu keluarga.

“Dengan jumlah itu, Jika di rata-ratakan hingga tahun 2020 ini, kami mampu menghadirkan satu posyandu keluarga di satu desa dari total 254 desa di Lombok Timur. Semoga ditahun 2021 dapat ditingkatkan dua kali lipat dan tentunya harus di dukung dengan fasilitas  yang memadai hingga tempat yang refesentatif” Jelas Sukiman.

Sementara itu Kepala Desa, Mendana Raya Suparman Kasim dalam laporannya menjelaskan bahwa Posyandu keluarga sudah terselenggara sejak tahun lalu, dan berhasil mengintegrasikan dengan PAUD, hingga bank sampah.

” Tidak hanya masalah kesehatan, kami juga miliki program dibidang lingkungan dengan memberikan warga catatan serta buku tabungan jika membawa sampah” ungkap Suparman.

Lanjut Suparman, Desa Mendana juga memiliki program sosialisasi edukasi untuk para remaja dan lansia yang dilakukan sekali sebulan.

“Untuk para lansia dan remaja kami berikan tidak hanya terapi obat namun lebih kepada terapi jiwa dengan melakukan pengajian bulanan di masjid sebagai langkah edukasi serta tindakan preventif” tutup Kades Mendana tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *