Tagana Masuk Sekolah Sambangi 3 Sekolah di Sumbawa

Sumbawa Besar – Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Provinsi NTB melaksanakan Tagana Masuk Sekolah (TMS). Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Oktober hingga 2 November 2020 ini akan menjamah 35 titik yakni 20 titik di Pulau Lombok dan 15 titik di Pulau Sumbawa. Kali ini, 26—27 Oktober, Tagana Masuk Sekolah digelar di Kabupaten Sumbawa. Ada tiga sekolah yang dipilih untuk program ini yaitu SMA Islam Terpadu (SMAIT) Samawa Cendekia, SMPN 3 Labuan Badas dan SMK Negeri 1 Sumbawa. Senin (26/10) hari ini, TMS diawali di SMAIT.

Sekretaris Yayasan Samawa Cendekia, Aryanti Dwiyani S.Pd., M.Pd menyambut positif kegiatan ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial Provinsi NTB dan TAGANA yang memilih sekolahnya sebagai salah satu titik untuk dilaksanakannya program tersebut. Ia menilai TMS sangat penting untuk mengedukasi masyarakat sejak dini, terutama para pelajar sehingga selalu siap dan waspada terhadap bencana guna meminimalisir dampak dari resiko yang terjadi.

Dalam kesempatan itu Aryanti juga mengingatkan para pelajar SMAIT terkait wabah Covid yang masih terjadi saat ini. Itu merupakan bencana kesehatan yang harus diantisipasi. Salah satu cara untuk mengatasi dan memutus mata rantai penyebarannya adalah dengan menerapkan protocol kesehatan, dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. “Kami tidak ingin muncul klaster baru di sekolah ini. Jika ini sampai terjadi maka sekolah itu harus ditutup selama 6 bulan ke depan. Karena itu mari kita jaga dan antisipasi bersama-sama,” ujarnya.

Di bagian lain Aryanti yang juga Kasi Peserta Didik dan Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB ini menginformasikan bahwa kehadirannya di Sumbawa untuk melakukan monitoring dan evaluasi kesiapan dan partisipasi para siswa untuk mengikuti berbagai lomba. SMAIT Samawa Cendekia telah berhasil mengoleksi berbagai prestasi baik tingkat provinsi maupun nasional. Tahun depan akan banyak digelar lomba. Karena itu Ia meminta para siswa di Kabupaten Sumbawa untuk mempersiapkan diri tidak hanya untuk mengikuti lomba tapi juga masuk ke perguruan tinggi terbaik. “Persiapkan diri kalian, jangan lalai. Orang yang menjadi pemenang adalah mereka yang bisa memenangkan dirinya sendiri. Yaitu menang dari kemalasan, menang dari kebodohan dan menang dari hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Teruslah semangat, jaga kesehatan, taat kepada guru dan orang tua. Ini menjadi modal bagi orang-orang sukses,” pungkasnya.

Kepala SMAIT Samawa Cendekia, Muslim S.Pd., M.M.Inov mengakui bahwa Program Tagana Masuk Sekolah adalah yang pertama di sekolahnya. Karena itu merupakan momen yang istimewa bagi sekolahnya dikunjungi Disos dan Tagana untuk memberikan wawasan kepada pendidik dan anak didiknya terkait kebencanaan. Muslim melaporkan, SMAIT Samawa Cendekia baru berumur dua tahun dan kini sudah memiliki 2 kelas yaitu kelas putra dan putri. Meski masih seumur jagung namun mampu bersaing dengan sekolah umum di Sumbawa bahkan propinsi. Setiap tahun siswanya berhasil meraih prestasi dalam berbagai lomba dan tahun ini masuk babak final lomba karya ilmiah. Terkait dengan Tagana Masuk Sekolah, ia menyampaikan terima kasih kepada Disos dan Tagana yang mendekatkan pengetahuan tentang kebencanaan kepada siswanya. Ini sangat penting agar mereka nantinya dapat memiliki wawasan dalam penanggulangan bencana minimal bisa dipraktekkan di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya.

Sementara Kadis Sosial Sumbawa, Ir A Yani saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Disos NTB dan Tagana. Melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS) telah mengedukasi masyarakat terutama para pelajar tentang cara pencegahan atau penanggulangan bencana. Dengan wawasan yang dimiliki, para pelajar dapat menjadi penggerak atau garda terdepan bersama Tagana untuk melakukan mitigasi dalam rangka mengurangi resiko bencana yang akan terjadi. “Program ini bagian dari upaya pemerintah melalui Disos dan Tagana untuk melibatkan masyarakat dalam setiap program dan kegiatan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Sebelumnya, Kadis Sosial Provinsi NTB melalui Kasi Kebencanaan, Candra Aprinova menyebutkan Tagana Masuk Sekolah (TMS) dilaksanakan di semua kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Diawali dari KSB, kini Sumbawa dan setelahnya Dompu, Bima dan Kota Bima. Dari TMS ini akan disosialisasikan tentang kebencanaan dan kebiasaan baru ke arah new normal. Para peserta didik nantinya akan diberikan bekal berupa pemahaman dan informasi-informasi tindakan preventif apabila terjadi bencana. Di antaranya membuat lay-out tentang gedung jalur evakuasi dan struktur Tim Siaga Bencana di sekolah. Nantinya hasil dari TMS ini akan melahirkan SOP yang diterapkan di sekolah untuk menjadi acuan dalam meminimalisir dampak dari akibat terjadinya bencana. “Begitu banyak sekolah yang menginginkan program ini. Alhamdulillah sekolah ini terpilih karena nantinya akan menjadi percontohan. Kami ingin nanti para pelajar di sini (SMAIT) dapat menjadi Sahabat Tagana minimal dapat membantu masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Karena itu melalui TMS ini kita akan mengedukasi para siswa tentang penyelamatan diri, menyusun peta evakuasi bencana, menyusun tim siaga bencana sekolah seperti tim evakuasi, shelter dan dapur umum,” demikian Candra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *