Waspadai Penipuan Undian Berhadiah

Mataram–Masyarakat diingatkan tidak cepat terpengaruh adanya undian berhadiah. Tidak jarang undian ini hanya penipuan saja. Diskusi ini dipaparkan di sela-sela pembahasan program kesejahteraan sosial di Golden Palace Hotel. Disebutkan meski sudah ada tanda tangan dan informasi detail ada konsumen yang mendapat hadiah, itu bukan jaminan kalau undian tersebut adalah benar. Kerap karena pancingan dan iming-iming hadiah berlimpah, masyarakat terperdaya. Bahkan ada masyarakat yang begitu dihubungi via ponsel, langsung diajak untuk mengambil hadiah.

UNDIAN PALSU: Ini adalah contoh undian palsu. Masyarakat jangan mudah tertipu undian meski dipenuhi tanda tangan berbagai pihak.

Mengenai hal ini Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H Ahsanul Khalik mengingatkan masyarakat NTB tidak mudah tertipu dengan adanya undian berhadiah. Apalagi kalau pemenang undian itu hanya disampaikan melalui pesan singkat atau telepon saja. Modus seperti ini sudah banyak terjadi di daerah. Kenyataan memang undian itu hoax. Ada pihak yang mencoba menipu dan mengambil keuntungan.

“Meski banyak tanda tangan bukan berarti benar,” katanya.

Khalik menjelaskan, para penyelenggara undian berhadiah harus memperhatikan pedoman penyelenggaraan undian. Jangan sampai undian tidak berizin. Hal ini bisa berdampak hukum terhadap penyelenggaranya. Di NTB penyelenggara undian tanpa izin cukup marak. Hal ini yang membuat tenaga PPNS bersama dinas terus memantau dan mengawasi. Dinas Sosial juga bekerjasama dengan Polda NTB.

“Perlu transparansi dari penyelenggara undian. Termasuk soal hadiah yang diberikan, hadiah yang tidak tertebak harus dihibahkan pada Kemensos,” terangnya.

Khalik menegaskan, akan terus melakukan penertiban undian bodong. Pengawasan lapangan akan terus dilakukan. Dinas Sosial Provinsi NTB juga membuka laporan dari masyarakat manakala ada pengaduan mengenai penipuan undian. Masyarakat pun diminta tidak segan melaporkan tindakan-tindakan yang mengatasnamakan undian berhadiah.

“Laporkan supaya segera kita telusuri di lapangan,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *