
Harusnya Mereka Diasuh Keluarganya!
TGB Sambangi Panti Jompo Mandalika//SUB
MATARAM-Tempat yang paling baik bagi orang tua jompo adalah keluarga. Di usia yang senja, mereka butuh perawatan dan kasih sayang dari anak sendiri. Tapi kenyataannya banyak orang tua jompo harus mendekap di balai sosial agar mendapat penanganan dari pemerintah.
”Kalau masih punya keluarga mestinya diasuh oleh keluarga,” kata Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi usai mengunjungi Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB, kemarin (26/2).
TGB mengaku prihatin dengan banyak orang tua di Indonesia yang telantar. Karena itu, ia langsung mendatangi Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika untuk melihat kondisi mereka dari dekat. Selain berdialog dengan penghuni balai, TGB juga meninjau ruangan perawatan para jompo yang memprihatinkan.
Seperti ruang perawatan khusus yang sudah kelebihan kapasitas. Mestinya ruangan itu dihuni 15 orang, tetapi penghuhinya mencapai 25 orang. Semua jompo di ruangan itu tidak bisa bangun lagi. Mereka hanya tertidur, segala aktivitas dilakukan di tempat tidur. Mulai dari makan hingga buang air. Tidak heran, bau apek cukup menusuk penciuman saat memasuki ruangan itu.
Beberapa orang tua juga ditemui TGB sedang duduk-duduk di luar ruangan. Seperti Papuq Sarimin dan Papuq Icah yang sama-sama berusia 75 tahun lebih. Mereka hanya bisa duduk tanpa banyak gerak. Saat disapa, kedua jompo itu tidak mengenal gubernur. Mereka lebih banyak berbicara dengan isyarat tangan.
Menurut TGB, mestinya di usia yang sudah lanjut mereka bisa hidup bahagia bersama anak cucunya. Tapi fakta menunjukkan, tidak semua orang tua memiliki keluarga yang mau mengasuhnya setelah usia lanjut. Sehingga mereka membutuhkan motivasi agar tetap semangat hidup. Seperti beberapa orang jompo yang sudah tidak punya keluarga, maka mereka harus tetap diasuh di balai sosial.
”Tidak ada yang bisa menangani kecuali negara, kita pemda coba tanganilah,” kata TGB.
Pemprov dalam hal ini akan memberikan perhatian lebih kepada mereka. Ada dua bangsal di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika yang harus diperbaiki. Salah satunya ruang perawatan khusus yang sangat penting. Karena di sana dirawat orang tua jompo yang kondisinya tidak berdaya lagi.
Ia terakhir berkunjung ke Balai Sosial Lanjut Usia tiga tahun lalu. Secara umum pelayanan kesehatan, makanan, hingga kamar tidur masih layak. Hanya saja jatah layanan per hari harus ditingkatkan. ”Karena memang tidak ada harapan untuk diasuh sama yang lain kecuali negara,” katanya.
Kepala Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB Hj Darwati mengatakan, kapasitas balai mampu menampung 100 orang. Sementara jompo yang ditangani saat ini 83 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di NTB. Ada yang diserahkan keluarga, ada juga yang dijemput petugas sebab kondisi mereka memprihatinkan.
Darwati mengungkapkan, dalam beberapa kasus, banyak anak yang tidak mau merawat orang tuanya lagi. Mereka memilih menitipkan ke balai sosial karena merasa terlalu sibuk dengan pekerjaan. Tapi setelah dicek mereka adalah orang mampu dan punya saudara banyak.
Mengetahui kondisi itu, ia pun tidak tinggal diam. Petugas memberikan nasehat bahwa, orang tualah yang membesarkan mereka, harusnya sebagai anak kini giliran mereka merawat. ”Sejak saat itu mereka tidak pernah telepon lagi,” tuturnya.
Pelaksana Harian (Plh) Dinas Sosial NTB H Subhan Hasan mengatakan, ia akan menindaklanjuti apa saja yang menjadi perintah gubernur. Beberapa ruangan yang harus diperbaiki akan dilaksanakan dengan dana yang ada terlebih dahulu.
Terima Kasih Pak Atas Informasinya