Imtaq – Meneladani Spirit dan Sifat Sosial Rasulullah

Mataram- Pelaksanaan kegiatan Imtaq yang diselenggarakan oleh dinas sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat jumat 02/06/2017 kemarin sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan di lingkungan dinas sosial Provinsi NTB yang melibatkan juga Balai Sosial yang ada di sekitar mataram.

Kegitan imtaq kali ini diisi oleh penceramah  ustadz. Lalu Ahmad Lutfi Gozali, S.sos.i dan menyampaikan  tentang keseimbangan antara keshalihan ubudiyah (ibadah ) dengan keshalihan sosial. Dalam ceramahnya ia menjelaskan  3 kelompok orang yang dikatakan baik. Pertama : Man ari bi shadaqatin Mengajak orang  bersedekah, Orang yang tergerak hatinya untuk bekerja mengentaskan kemiskinan.  Kedua Al amru bil ma’ruf Mengajak untuk berbuat kebaikan . Ketiga Islah bainannas Mendamaikan diantara manusia. Menjaga hak-hak manusia baik muslim ataupun non muslim. Apalagi persoalan hak tidak mesti satu agama dalam konteks bangsa yang besar wajib hukumnya kita saling menjaga dan menjaga kerukunan. Pedoman kita adalah siapapun yang berbuat salah maka wajib di hukum dan siapapun yang berbuat baik maka wajib dijaga haknya.

Ia memaparkan kembali bahwa seseorang bukan dikatakan baik kalau hanya beribadah akan tetapi tidak diimbangi dengan pemenuhan hak dan kewajibannya terhadap sesame manusia selaku mahluk sosial. Maka keshalihan ubudiyah itu harus diimbangi dengan kesalehan sosial  karna ibadah seseorang mencerminkan pertanggungjawaban terhadap pekerjaan orang tersebut.

Selain itu ia juga menjelaskan jiwa sosial dimiliki oleh rasulullah yang tercermin pada bagaimana rasulullah membangun kota yastrib/Madinatul Munawwaroh menjadi kota yang berperadaban dengan mempersatukan  persaudaraan antara  kaum ansor yang terdiri dari dua suku, kaum muhajirin dan masyarakat yahudi yang terdiri dari tiga suku. Proses penyatuan persaudaraan itulah yang membetuk struktur sosial yang berperadaban sehingga islam pada saat itu dapat menyebar dengan pesat.

                                                                               Tanya jawab peserta dan penceramah

Materi dalam imtaq tersebut diharapknan bisa menambah spirit kinerja pada staf dan aparatur sipil dalam hal sosial kemanusiaan  dan pengabdian terhadap negara sehingga Kegiatan imtaq ini berlangsung selama satu jam setengah dan diselingi dengan sesi tanya jawab serta ditutup dengan shalawatan dan doa.

2 thoughts on “Imtaq – Meneladani Spirit dan Sifat Sosial Rasulullah”

  1. Semoga apa yang disampaikan oleh ustad bisa diaplikasikan dikehidupan sehari hari, insya allah tugas kehidupan masing- masing individu bisa makaimal serta keberfungsian sosial, berfungsi sesuai dengan hak dan kewajiban kita sebagai umat manusia sehingga mempengaruhi kehidupan yang lebih luas kearah yg lebih baik.

    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat. Sebenarnya ada banyak hal yang kita kaji, tapi waktu yang membatasi, insyaallah kita lanjutkan dilain kesempatan, terima kasih kepada kepala dinas sosial provinsi NTB dan seluruh staff serta pegawai atas kepercayaan yang di berikan. Semoga semua yang kita jalani menjadi jalan kebaikan bagi kehidupan kita. Shaleh ibadah, shaleh sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *