Mataram–Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center (IC) NTB menggelar tabligh akbar. Ada nama Muzammil Hasballah diantara pengisi materi, selain Ustad Yusuf Mansur, TGH M Zainul Majdi, dan grup musik Debu. Nama pertama cukup familiar di kalangan anak muda.
Muzammil Hasballah dikenal sebagai mahasiswa Arsitek ITB, Bandung yang memiliki suara merdu saat melantunkan ayat suci Alquran. Tidak usah heran kalau followernya di instagramnya tembus sampai 870 ribu.
Muzammil Hasballah mengimami salat Maghrib di IC. Jamaah anak muda lebih banyak dibanding biasanya. Semua seolah penasaran mendengar langsung suara putra asli Aceh ini. Lantunan suaranya ketika membaca ayat suci persis seperti yang ada di youtube. Hingga salat Maghrib usai, jamaah tidak beranjak dari tempat duduknya. Memang selain menjadi imam salat, Muzammil sesuai jadwal akan mengisi tausiah.
“Saya belum pantas disebut Ustad. Saya berbicara disini sebagai dai yang artinya orang yang mengajak, siapa saja bisa mengajak,” kata Muzammil membuka tausiahnya.
Dengan kerendahan hati, Muzammil meminta izin untuk berbagi ilmunya, khususnya mengenai maqomat qiraah atau irama saat melantunkan ayat Alquran. Dimulai dari Kurd, dimana iramanya menyayat hati mirip dengan Nahawand. Menyusul irama Ajam yang identik dengan ayat yang menggembirakan contohnya ayat tentang surga.
“Ada juga irama Hijaz sampai irama Bayati. Dan Irama Sobah yang sering dipakai imam di timur tengah untuk ayat-ayat yang menceritakan orang kafir,” imbuhnya.
Seluruh irama yang disampaikan oleh Muzammil disertai dengan contoh. Anak muda ini menutup tausiahnya dengan mengajak seluruh jamaah yang hadir di masjid untuk mencintai Alquran.
Dalam pembukaan Khazanah Ramadan, Muzzamil Hasbulla didapuk melantunkan ayat suci. Ia membaca Ar Rahman. Hadirin yang hadir khusyu mendengarkan lantunan surat yang mengingatkan betapa besar nikmat Allah pada makhluknya.
Muzammil Hasbullah memang layak dijadikan idola anak muda, meski keseharian lekat dengan aktivitas keagamaan ia tetap bergaul dan menekuni kegiatan lazimnya anak muda. Penampilannya dalam foto-foto di instagram pun menunjukkan ia termasuk anak muda gaul. Ditengah degradasi panutan generasi muda, anak-anak muda seperti Muzammil Hasballah harus banyak hadir.