Pengabdian 14 Tahun Momentum Untuk Meningkatkan Karya Nyata Bagi Negara

 Lombok Tengah, Selama 14 tahun Tagana telah berkiprah dan mewarnai upaya penanggulangan bencara dalam bidang perlindungan sosial terhadap korban bencana alam, dalam perjalanan tersebut Tagana mengalami pasang surut sampai diakui sebagai sumberdaya Manusia yang handal dan berkompeten dalam penanggulangan bencana.

Tujuan dari kegiatan 14 tahun Tagana ini ialah untuk menguatkan organisasi Tagana, meng-applause untuk Tagana, terlaksananya Bhakti Sosial Tagana, Penguatan sinergitas dengan sahabat tagana, dan General refleksi dan komitmen bersama. Kegiatan tersebut terselenggara dalam 4 hari yang dimulai dari tanggal 23 – 26 April 2018 dan kegiatan ini di ikuti oleh seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB. Dalam satu kesempatan Plh. Dinas Sosial Subhan Hasan menyampaikan Tagana dalam upaya penanganan bencana local, bahwa Nasional telah dibuktikan diantaranya Bencana angina puting beliung Lombok Tengah, Banjir di kab. Sumbawa, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima dan Kab. Bima, bahkan konflik di kab. Bima dan tahun 2017 Tagana NTB sempat berpartisipasi membantu korban bencana erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali.

Pada kesempatan lain pada acara Bhaksos Tagana Indonesia di kota Manado Prov. Sulawesi Utara tahun 2017 lalu, kita boleh berbangga karena Gubernur NTB mendapat penghargaan dari Kemensos RI sebagai Pembina Tagana tingkat provinsi terbaik. Pada kesempatan tersebut Plh. Dinas Sosial menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian para Tagana se NTB:

Pertama: pengendalian Tagana menjadi kewenangan dari dinas/instansi sosial kab/kota dan provinsi secara berjenjang.

Kedua: tantangan tugas kedepan menuntuk kekompakan antara Tagana dan pembinaannya. Sehubungan dengan itu hendaknya diciptakan iklim kerja yang saling mengormati dan saling menjaga.

Ketiga: kejaidan bencana yang sering terjadi di NTB tentu menuntut ditingkatnanya jiwa kerelawanan sosial para Tagana, karena sejatinya Tagana dibntuk berazaskan nilai-nilai kerelawanan dan kesetiakawanan sosial.

Keempat: Tagana dibentuk untuk kemanusiaan tidak untuk politik, karenanya organisasi Tagana tidak hanyut dan terbawa dengan arus lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *