Mataram–Sebanyak 200 santri dari pondok pesantren yang ada di Pulau Lombok mengikuti Bimbingan Teknis Santri Siaga Bencana yang diadakan oleh Dinas Sosial Provinsi NTB. Acara dihelat 24-25 Mei 2017 di Lembah Madani Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada.
Kelapa Dinas Sosial Provinsi NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para santri tentang ilmu dasar kebencanaan.
“Sekaligus membangkitkan semangat para santri untuk siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi di daerah NTB,” katanya, kemarin (25/5).

Kesiapsiagaan santri, sambungnya, bisa menjadi pemacu bagi generasi muda lainnya untuk menjadi pionir dan pelopor dalam melaksanakan pencegahan terhadap terjadinya bencana. Penanggulangan terhadap kejadian bencana dan pascabencana, karena menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat salah satunya adaah santri.
“Santri adalah salah satu pilar bangsa ini yang selalu bergerak dalam setiap permasalahan bangsa ini, salah satunya adalah dalam hal kebencanaan,” bebernya.
Lebih lanjut, mulai 2017 ini akan terus memberikan pelatihan kepada para santri. Kegiatan ini adalah angkatan pertama dan yang pertama dilakukan di seluruh Indonesia.
“Selanjutnya nanti para santri ini akan menjadi santri Sahabat Tagana yang juga akan digerakkan dalam kejadian-kejadian baik bencana alam maupun bencana sosial yang terjadi di NTB sesuai dengan kemampuannya,” imbuhnya.
Disebutkan, semangat para santri diyakini akan menjadi kekuatan baru dari masyarakat dalam berbagai bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Diharapkan para santri mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan nantinya diamalkan dan diajarkan.
“Karena pada saatnya nanti selesai nyantri para santri tentu akan kembali ke masyarakat,” ujarnya.
“Kegiatan ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan kegiatan yang bernama Tagana goes to ponpes sesuai kesepakatan dinas dan para pimpinan ponpes peserta asal santri yang mengikuti kegiatan,” tambahnya.